Apabila angka pada penimbang menurun secara mendadak tanpa sebarang perubahan gaya hidup atau diet, ia sering kali mencetuskan perasaan bimbang. Walaupun penurunan berat badan dilihat sebagai impian ramai, penurunan yang drastis tanpa usaha sedar mungkin merupakan isyarat halus daripada tubuh yang memerlukan perhatian segera. Ia bukan sekadar tentang estetika mahupun angka, malah cerminan kesihatan dalaman yang mungkin terganggu. Dalam artikel ini, kita akan menyelami sepuluh punca utama mengapa berat badan anda merosot secara tiba-tiba, membantu anda memahami isyarat tubuh dengan lebih jelas demi kesejahteraan yang lebih optimum dan seimbang.
- Apakah penyebab penurunan berat badan secara drastis tanpa melakukan diet?
- Adakah jangkitan saluran kencing (ISK) menjadi punca berat badan turun mendadak tanpa diet?
- Bagaimana gangguan tiroid berkontribusi terhadap penurunan berat badan drastis tanpa diet?
- Adakah normal jika berat badan turun 10 kg dalam sebulan tanpa melakukan diet?
- Adakah penurunan berat badan secara drastis tanpa diet sentiasa menjadi petanda masalah kesihatan?
- Apakah penyakit kronik yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan yang mendadak?
- Bilakah waktu yang sepatutnya saya perlu berjumpa doktor jika berat badan turun dengan tiba-tiba?
- Selain faktor penyakit, adakah tekanan perasaan atau stres boleh menyebabkan berat badan turun secara drastis?
Mengapa Berat Badan Menyusut Tanpa Diet yang Disengaja?
Perubahan angka timbangan yang turun secara drastis padahal Anda tidak sedang melakukan program diet atau mengubah pola makan bisa menjadi sebuah isyarat penting dari tubuh yang patut diwaspadai. Sering kali kita merasa senang karena pakaian terasa lebih longgar, namun penurunan berat badan yang tidak terduga—terutama jika mencapai lebih dari 5% dari total berat badan dalam enam bulan—bisa menjadi indikator bahwa ada proses fisiologis yang tidak berjalan semestinya di balik layar. Fenomena ini bukan sekadar tentang hilangnya lemak, melainkan bisa jadi tanda bahwa metabolisme Anda terganggu, adanya infeksi laten, atau perubahan hormon yang signifikan yang sedang berupaya mengirimkan sinyal bahaya melalui sistem metabolisme basal Anda.
Gangguan Kelenjar Tiroid yang Hiperaktif
Kondisi medis yang dikenal sebagai hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin secara berlebihan, yang secara langsung akan mempercepat laju metabolisme tubuh secara tidak wajar. Ketika metabolisme berada dalam kecepatan tinggi, tubuh akan membakar kalori jauh lebih banyak daripada biasanya meskipun Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang berat atau mengurangi porsi makan. Kondisi ini membuat cadangan energi dalam tubuh habis dengan cepat, sehingga penurunan berat badan menjadi salah satu gejala fisik yang paling menonjol selain detak jantung yang terasa tidak teratur.
- Meningkatnya rasa cemas atau gugup secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
- Gejala fisik seperti tangan yang sering gemetar dan berkeringat berlebih.
- Perubahan frekuensi buang air besar yang menjadi lebih sering dari biasanya.
Diabetes Melitus Tipe 1 yang Tidak Terdeteksi
Pada penderita diabetes, tubuh kehilangan kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi energi karena kekurangan insulin, sehingga sel-sel tubuh mulai “kelaparan” dan mencari sumber bahan bakar lain. Akibatnya, tubuh akan mulai memecah cadangan lemak dan jaringan otot untuk dijadikan energi, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan berat badan yang sangat cepat. Karena glukosa yang tidak bisa masuk ke sel justru menumpuk di dalam darah dan dikeluarkan melalui urine, tubuh akan terus merasa kekurangan nutrisi meskipun seseorang merasa nafsu makannya meningkat tajam.
- Sering merasa haus yang ekstrem dan mulut terasa kering sepanjang hari.
- Frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis, terutama di malam hari.
- Kelelahan kronis yang tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat cukup.
Masalah Penyerapan Nutrisi pada Sistem Pencernaan
Gangguan seperti penyakit Celiac atau sindrom malabsorbsi membuat usus halus tidak mampu menyerap nutrisi penting dari makanan yang dikonsumsi secara optimal. Meskipun Anda makan dalam jumlah yang cukup, tubuh tidak bisa mendapatkan asupan kalori, protein, dan vitamin yang diperlukan untuk menjaga fungsi organ dan massa otot, sehingga tubuh mulai menyusut karena kekurangan pasokan energi internal. Kondisi ini sering kali disertai dengan keluhan pada sistem pencernaan yang membuat kualitas hidup menurun secara bertahap.
- Perut sering terasa kembung, begah, atau mengalami diare kronis.
- Tekstur tinja yang tampak berminyak atau berbau sangat tajam.
- Munculnya gejala kekurangan zat besi atau anemia akibat nutrisi yang terbuang.
Pengaruh Stres Berat dan Gangguan Kecemasan
Kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat dengan berat badan, di mana stres kronis dan depresi dapat memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang berlebihan. Hormon-hormon ini secara tidak langsung menekan nafsu makan seseorang atau justru meningkatkan metabolisme tubuh karena kondisi “siaga” yang terus-menerus. Seseorang yang mengalami beban mental yang berat sering kali secara tidak sadar melewatkan waktu makan atau kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan bergizi, sehingga berat badan menurun drastis sebagai respons fisik terhadap kondisi psikologis yang tertekan.
- Penurunan nafsu makan secara drastis hingga merasa mual saat melihat makanan.
- Gangguan pola tidur yang parah atau insomnia dalam jangka panjang.
- Sulit untuk berkonsentrasi dan merasa lemas setiap saat.
Infeksi Kronis atau Penyakit Autoimun
Berbagai jenis infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau infeksi parasit, serta kondisi autoimun tertentu dapat memaksa sistem kekebalan tubuh untuk bekerja ekstra keras secara terus-menerus. Kondisi ini memicu inflamasi sistemik yang menguras cadangan energi tubuh lebih cepat daripada yang bisa dipulihkan melalui asupan makanan harian. Ketika sistem imun terus-menerus berada dalam mode tempur, tubuh akan mengalami katabolisme atau pemecahan jaringan otot untuk mendukung pertahanan tubuh, yang pada akhirnya memicu penurunan berat badan yang signifikan dan tampak tidak wajar.
- Demam ringan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama atau berulang.
- Keringat dingin yang sering muncul di malam hari tanpa alasan yang jelas.
- Rasa nyeri pada persendian atau otot yang datang dan pergi secara misterius.
10 Penyebab Berat Badan Turun Drastis Saat Tidak Diet yang Perlu Diwaspadai
Apakah penyebab penurunan berat badan secara drastis tanpa melakukan diet?
Kehilangan berat badan yang terjadi secara mendadak tanpa niat untuk berdiet sering kali menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan oleh sistem internal tubuh Anda. Fenomena ini bisa dipicu oleh berbagai faktor biologis, mulai dari peningkatan metabolisme yang tidak normal hingga kondisi medis yang belum terdiagnosis. Mengetahui 10 Penyebab Berat Badan Turun Drastis Saat Tidak Diet adalah langkah awal yang sangat berharga untuk memahami kesehatan Anda secara menyeluruh. Jangan mengabaikan sinyal tubuh ini, karena respons proaktif Anda dalam mencari tahu penyebab pastinya merupakan bentuk kepedulian terbaik terhadap masa depan kesehatan dan kebugaran jangka panjang Anda.
Gangguan pada Kelenjar Tiroid
Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, yang menyebabkan metabolisme tubuh meningkat drastis. Akibatnya, tubuh membakar kalori jauh lebih cepat dari biasanya meskipun Anda tidak mengubah pola makan. Kondisi ini sering disertai dengan detak jantung yang cepat, rasa cemas, serta keringat berlebih, yang menuntut perhatian medis segera agar keseimbangan hormon dapat kembali normal.
| Gejala Utama | Dampak pada Metabolisme |
| Jantung berdebar | Peningkatan laju pembakaran energi |
| Gemetar | Penggunaan cadangan lemak cepat |
Masalah pada Sistem Pencernaan
Penyakit seperti celiac, radang usus, atau intoleransi makanan tertentu dapat menghambat kemampuan usus halus untuk menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Ketika tubuh tidak mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup, ia akan mulai memecah cadangan lemak dan otot untuk bertahan hidup, yang berujung pada penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Jika Anda sering mengalami diare kronis atau nyeri perut setelah makan, sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
| Kondisi Medis | Mekanisme Penurunan Berat Badan |
| Penyakit Celiac | Malabsorpsi nutrisi |
| Penyakit Crohn | Inflamasi saluran cerna |
Kondisi Diabetes yang Tidak Terdeteksi
Pada penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang tidak terkontrol, tubuh kehilangan kemampuan untuk menggunakan glukosa sebagai bahan bakar utama karena kurangnya insulin atau resistensi insulin. Sebagai gantinya, tubuh mulai membakar lemak dan protein sebagai alternatif energi, yang secara alami akan mengurangi berat badan Anda secara cepat. Gejala lain yang biasanya menyertai kondisi ini adalah rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil, yang menjadi pertanda bahwa kadar gula darah Anda memerlukan stabilisasi segera.
| Indikator Klinis | Penyebab Penurunan BB |
| Hiperglikemia | Pemecahan lemak untuk energi |
| Polidipsia | Kehilangan cairan tubuh |
Adakah jangkitan saluran kencing (ISK) menjadi punca berat badan turun mendadak tanpa diet?

Jangkitan saluran kencing (ISK) secara langsung bukanlah penyebab utama penurunan berat badan yang drastik, namun keradangan kronik atau jangkitan berulang yang tidak dirawat boleh menyebabkan tubuh berada dalam keadaan stres metabolik yang signifikan. Apabila sistem imun terus-menerus melawan jangkitan, metabolisme basal mungkin meningkat sementara selera makan menurun akibat rasa tidak selesa atau demam, yang akhirnya menyumbang kepada pengurangan jisim badan. Walaupun ISK lazimnya bersifat lokal, kesan sistemik yang timbul daripada jangkitan yang melarat boleh menjadi salah satu daripada 10 Penyebab Berat Badan Turun Drastis Saat Tidak Diet yang sering diabaikan, terutama jika pesakit mengalami kehilangan selera makan yang kronik atau mengalami gangguan penyerapan nutrien akibat penggunaan antibiotik yang kerap.
Kaitan Antara Keradangan Kronik dan Hilang Selera Makan
Apabila seseorang mengalami ISK yang berlarutan, tubuh menghasilkan sitokin pro-keradangan yang berfungsi untuk melawan patogen. Tindak balas imun ini sering kali membawa kepada kesan sampingan fisiologi seperti loya dan rasa letih yang ekstrem, yang secara tidak langsung menyebabkan pesakit mengurangkan pengambilan kalori harian. Apabila tubuh tidak menerima tenaga yang mencukupi untuk menampung keperluan metabolik semasa sakit, ia mula memecahkan simpanan lemak dan otot sebagai sumber tenaga alternatif. Keadaan ini membuktikan bahawa jangkitan yang kelihatan ringan boleh mencetuskan perubahan komposisi tubuh jika dibiarkan tanpa rawatan yang tuntas.
Kesan Sampingan Antibiotik Terhadap Sistem Penghadaman
Penggunaan antibiotik spektrum luas yang kerap untuk merawat ISK kronik boleh mengganggu keseimbangan mikrobiota usus secara drastik. Gangguan flora usus ini sering kali mengakibatkan masalah malabsorpsi, di mana tubuh gagal menyerap nutrien penting dengan efisien daripada makanan yang diambil. Penurunan berat badan dalam konteks ini berlaku kerana nutrien tidak dapat diproses dengan baik oleh sistem pencernaan, walaupun pesakit mungkin berasa makan dalam jumlah yang biasa. Ketidakseimbangan bakteria usus bukan sahaja menjejaskan penyerapan nutrien tetapi juga boleh menyebabkan keradangan sistemik yang lebih meluas.
Kepentingan Saringan Perubatan Terhadap Gejala Sistemik
Apabila berat badan menurun tanpa niat diet, ia merupakan petanda klinikal yang memerlukan pemeriksaan lanjut untuk menolak kemungkinan penyakit yang lebih serius yang mungkin menyerupai gejala ISK atau bertindih dengannya. Doktor akan menjalankan ujian makmal seperti analisis air kencing, ujian darah, dan mungkin imbasan untuk memastikan tiada komplikasi lain seperti kerosakan buah pinggang atau penyakit metabolik seperti diabetes yang tidak dikesan. Adalah penting untuk memahami bahawa penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan bukanlah gejala tipikal ISK yang mudah, justeru ia harus dilihat sebagai amaran bahawa tubuh sedang mengalami tekanan fisiologi yang memerlukan intervensi perubatan segera.
| Faktor | Kesan Terhadap Berat Badan |
| Keradangan Sistemik | Peningkatan metabolisme dan penurunan selera makan. |
| Gangguan Mikrobiota | Masalah penyerapan nutrien akibat kesan antibiotik. |
| Stres Fisiologi | Penggunaan simpanan tenaga lemak sebagai tindak balas kecemasan. |
Bagaimana gangguan tiroid berkontribusi terhadap penurunan berat badan drastis tanpa diet?

Gangguan tiroid, khususnya kondisi hipertiroidisme, memicu penurunan berat badan yang drastis karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin secara berlebihan, sehingga mempercepat metabolisme basal tubuh ke tingkat yang tidak wajar. Ketika metabolisme meningkat pesat, tubuh membakar kalori jauh lebih cepat daripada yang bisa dikonsumsi, bahkan saat Anda sedang beristirahat atau tidak melakukan aktivitas fisik berat. Selain itu, kondisi ini sering kali memecah massa otot dan jaringan lemak untuk menutupi kebutuhan energi yang meningkat, menjadikannya salah satu dari {10 Penyebab Berat Badan Turun Drastis Saat Tidak Diet} yang paling umum ditemui dalam dunia medis.
Dampak Hipermetabolisme pada Pembakaran Kalori
Kondisi di mana kelenjar tiroid terlalu aktif memaksa sel-sel dalam tubuh untuk bekerja secara hiperaktif, yang mengakibatkan pengeluaran energi yang masif sepanjang hari. Proses ini mirip dengan mesin yang terus-menerus dipacu pada kecepatan tinggi tanpa henti, sehingga cadangan energi dalam tubuh habis terkuras meskipun asupan makanan tetap normal atau bahkan meningkat. Akibatnya, tubuh kehilangan massa jaringan tanpa adanya upaya diet yang disengaja.
| Faktor | Dampak Metabolik |
| Tingkat Hormon T4 | Meningkatkan laju pembakaran kalori |
| Penggunaan Energi | Energi terserap untuk fungsi seluler |
Perubahan Proses Katabolisme Otot dan Lemak
Saat tubuh mengalami gangguan tiroid, hormon yang berlebih tidak hanya meningkatkan laju pembakaran kalori, tetapi juga memicu katabolisme, yaitu proses pemecahan struktur tubuh untuk mendapatkan energi instan. Hal ini menyebabkan atrofi otot dan pengurangan drastis pada deposit lemak subkutan karena tubuh berada dalam keadaan darurat energi kronis. Pengikisan massa tubuh ini terjadi secara progresif dan sering kali sulit untuk dihentikan tanpa intervensi medis yang mengatur kembali keseimbangan hormon.
| Jenis Jaringan | Respon Terhadap Hormon |
| Massa Otot | Mengalami penyusutan akibat pemecahan protein |
| Jaringan Lemak | Menipis karena lipolisis yang meningkat |
Pengaruh Tiroid terhadap Penyerapan Nutrisi dan Gejala Penyerta
Gangguan tiroid sering kali menyebabkan peningkatan motilitas saluran pencernaan, yang berarti makanan melewati usus dengan lebih cepat dari seharusnya. Hal ini membatasi waktu penyerapan nutrisi esensial, sehingga meskipun seseorang makan dalam jumlah banyak, tubuh tetap tidak mendapatkan energi yang cukup untuk menjaga kestabilan berat badan. Gejala penyerta seperti detak jantung yang cepat atau keringat berlebih sering kali menambah beban kerja tubuh, semakin memperburuk penurunan berat badan yang tidak diinginkan.
| Gejala | Implikasi Kesehatan |
| Motilitas Usus | Mengurangi efisiensi penyerapan nutrisi |
| Detak Jantung | Meningkatkan kebutuhan kalori tubuh |
Adakah normal jika berat badan turun 10 kg dalam sebulan tanpa melakukan diet?
Kehilangan berat badan sebanyak 10 kilogram dalam tempoh sebulan tanpa sebarang perubahan gaya hidup atau diet sememangnya bukan sesuatu yang normal dan seharusnya mencetuskan rasa bimbang. Secara klinikal, penurunan berat badan yang terlalu drastis tanpa usaha yang disengajakan sering menjadi petunjuk bahawa tubuh sedang menghadapi gangguan kesihatan yang serius di peringkat dalaman. Apabila sistem metabolisme atau organ penting mengalami masalah, tubuh akan mula menggunakan simpanan tenaga secara luar biasa, yang akhirnya membawa kepada keadaan susut badan yang tidak terkawal. Terdapat 10 Penyebab Berat Badan Turun Drastis Saat Tidak Diet yang perlu anda selidiki segera dengan mendapatkan nasihat pakar perubatan bagi memastikan tiada penyakit kronik yang sedang bersembunyi.
Adakah Penurunan Berat Badan Drastik Tanda Penyakit Serius?
Penurunan berat badan yang mendadak tanpa sebab selalunya dikaitkan dengan keadaan seperti hipertiroidisme, di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon berlebihan yang mempercepatkan kadar metabolisme badan secara melampau. Selain itu, masalah berkaitan penyerapan nutrien dalam sistem penghadaman atau penyakit seperti diabetes yang tidak dikesan boleh menyebabkan sel-sel tubuh tidak menerima tenaga yang mencukupi daripada glukosa. Jika penurunan ini disertai dengan kelesuan kronik atau perubahan pada tabiat membuang air, ia mungkin menandakan wujudnya keradangan sistemik atau masalah buah pinggang yang memerlukan ujian darah segera.
| Simptom Utama | Potensi Masalah Kesihatan |
| Kadar nadi laju | Hipertiroidisme |
| Kerap dahaga & kencing | Diabetes Mellitus |
Peranan Pemeriksaan Perubatan Komprehensif
Apabila anda berdepan dengan susut berat badan yang tidak dapat dijelaskan, langkah paling bijak adalah melalui saringan kesihatan yang menyeluruh. Doktor biasanya akan melakukan pemeriksaan fizikal serta ujian makmal bagi mengesan tahap gula dalam darah, profil hormon, dan fungsi organ dalaman untuk menolak kemungkinan penyakit kanser atau jangkitan kronik. Jangan sesekali mengabaikan tanda-tanda ini dengan menganggapnya sebagai kesan sampingan sementara, kerana pengesanan awal adalah kunci utama untuk merawat punca sebenar sebelum ia menjadi lebih rumit dan sukar dikawal.
| Jenis Ujian | Fungsi |
| Ujian Darah (CBC) | Mengesan jangkitan atau anemia |
| Panel Tiroid | Menilai fungsi metabolisme |
Bagaimana Menguruskan Kerisauan Kesihatan Ini?
Langkah pertama dalam menguruskan situasi ini ialah dengan mendokumentasikan setiap perubahan fizikal yang anda alami, termasuk perubahan selera makan dan tahap tenaga harian. Anda disarankan untuk membuat catatan log pemakanan dan aktiviti walaupun anda tidak berdiet, supaya doktor mempunyai gambaran yang lebih jelas semasa sesi konsultasi. Fokus utama anda sekarang mestilah menstabilkan kesihatan dengan mendapatkan nutrisi yang cukup dan rehat yang mencukupi sementara menunggu keputusan ujian perubatan, kerana mengekalkan kekuatan tubuh adalah penting untuk menempuh proses rawatan seterusnya.
| Langkah Persediaan | Tujuan |
| Log berat harian | Memantau trend penurunan |
| Senarai ubat/suplemen | Mengelak interaksi kimia |
Soalan Lazim
Adakah penurunan berat badan secara drastis tanpa diet sentiasa menjadi petanda masalah kesihatan?
Kehilangan berat badan secara mendadak tanpa sebarang usaha diet atau senaman sememangnya merupakan satu isyarat amaran yang tidak boleh dipandang enteng kerana ia sering menjadi petanda bahawa tubuh anda sedang bergelut dengan masalah kesihatan yang tersembunyi. Apabila tubuh membakar simpanan tenaga dengan pantas tanpa sebab yang jelas, ia mungkin mencerminkan gangguan sistemik seperti hipertiroidisme yang mempercepatkan metabolisme, masalah penyerapan nutrien dalam sistem penghadaman, malah boleh menjadi indikator awal bagi penyakit yang lebih kronik seperti kanser atau diabetes jenis 1. Walaupun sesetengah perubahan berat badan boleh dikaitkan dengan tekanan emosi yang ekstrem atau perubahan hormon, kegagalan mengekalkan jisim badan tanpa sebab yang nyata wajib mendapat pemeriksaan doktor dengan segera untuk memastikan punca sebenar dapat dikesan sebelum ia melarat menjadi komplikasi yang lebih membahayakan nyawa.
Apakah penyakit kronik yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan yang mendadak?
Apabila seseorang mengalami penurunan berat badan yang drastik tanpa sebarang perubahan diet atau gaya hidup, ia sering menjadi isyarat awal kepada kehadiran penyakit kronik yang memerlukan perhatian perubatan segera. Antara keadaan yang paling kerap dikaitkan adalah kanser, di mana sel-sel malignan menyerap tenaga badan secara berlebihan, serta diabetes mellitus jenis 1 yang tidak terkawal akibat kegagalan badan memproses glukosa sebagai sumber tenaga utama. Selain itu, hipertiroidisme yang menyebabkan metabolisme badan meningkat pada kadar yang tidak normal, penyakit radang usus yang mengganggu penyerapan nutrien, serta jangkitan kronik seperti tuberkulosis (TB) atau komplikasi berkaitan HIV sering menjadi punca utama penyusutan jisim otot dan lemak yang mendadak. Oleh itu, fenomena ini tidak boleh dipandang ringan kerana ia sering menjadi petanda bahawa mekanisme fisiologi badan sedang bergelut dengan ancaman dalaman yang serius yang menuntut pemeriksaan diagnostik menyeluruh.
Bilakah waktu yang sepatutnya saya perlu berjumpa doktor jika berat badan turun dengan tiba-tiba?
Secara umumnya, anda dinasihatkan untuk segera mendapatkan khidmat nasihat pakar sekiranya mengalami penurunan berat badan yang drastik tanpa sebarang perubahan gaya hidup, diet, atau aktiviti fizikal yang disengajakan. Sebagai garis panduan klinikal, jika anda kehilangan kira-kira lima peratus daripada jumlah berat badan anda dalam tempoh enam bulan hingga setahun tanpa sebab yang jelas, ini merupakan isyarat penting untuk melakukan pemeriksaan kesihatan menyeluruh. Keadaan ini mungkin menandakan wujudnya masalah kesihatan yang mendasari seperti gangguan metabolik, masalah tiroid, atau penyakit kronik lain yang memerlukan pengesanan awal. Jangan bertangguh sekiranya kehilangan berat badan tersebut turut disertai dengan gejala membimbangkan seperti keletihan melampau, perubahan tabiat membuang air, atau demam berpanjangan, kerana penilaian profesional daripada doktor adalah kunci utama dalam memastikan punca sebenar dapat dikenal pasti dan dirawat dengan sewajarnya.
Selain faktor penyakit, adakah tekanan perasaan atau stres boleh menyebabkan berat badan turun secara drastis?
Ya, tekanan perasaan atau stres yang kronik sememangnya boleh menjadi punca utama kepada penurunan berat badan yang drastik selain daripada faktor penyakit fizikal. Apabila seseorang mengalami stres yang melampau, sistem saraf badan akan mencetuskan tindak balas “lawan atau lari” yang merembeskan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan. Keadaan ini secara tidak langsung menjejaskan selera makan kerana sistem penghadaman mungkin menjadi perlahan atau terganggu, menyebabkan seseorang kurang berminat untuk mengambil nutrisi yang mencukupi. Selain itu, stres yang berpanjangan sering menyebabkan seseorang menjadi sangat sibuk atau cemas sehingga mengabaikan jadual pemakanan, sementara kadar metabolisme badan pula meningkat akibat tekanan mental yang berterusan. Apabila pengambilan kalori harian tidak seimbang dengan tenaga yang dibakar oleh tubuh yang berada dalam keadaan tegang, proses penurunan berat badan yang mendadak akan berlaku sebagai tindak balas semula jadi kepada kesihatan mental yang terganggu.

Añadir comentario